BERITA

  • Perang Badar

    Perang Badar

    Kalau kita mengumpulkan semua peristiwa-peristiwa bersejarah Islam yang pernah terjadi di bulan Ramadhan, sudah pasti kisah Perang Badar adalah peristiwa yang paling dikenal dan sangat banyak terdapat hikmat dan pelajarannya.

    Perang ini adalah perang besar pertama yang terjadi antara orang-orang beriman dengan orang-orang kafir, yang telah ingkar kepada Allah SWT. Tidak ada satupun dari orang munafik yang turut serta dalam perang tersebut. Sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjamin kepada setiap sahabatnya yang wafat di Perang Badar adalah syuhada dan dijamin surga.

    Pada mulanya, Rasulullah dan para sahabatnya tidak mengira akan terjadi perang tersebut, beliau bersama dengan para sahabat hanya ingin mencegat kafila dagang Quraisy yang dipimpin langsung oleh Abu Sufyan dengan harta 1000 ekor onta yang disesaki dengan harta seniali 50.000 dinar emas. Alasan Rasulullah dan para sahabat mencegatnya adalah orang-orang Quraisy adalah orang kafir yang mengumandangkan perang terhadap umat Islam (kafir harbi), merampas harta mereka ketika berada di Mekah, dan mengusir merkea dari wilayah tersebut. Tidak disangka-sangka ternyata berita pencegatan tersebut sampai ketelinga pembesar-pembesar Quraisy di Mekah. Mereka langsung keluar dengan kekuatan yang sangat besar hanya untuk mengadapi pasukan muslim.

    Bertemulah dua pasukan yang sangat tidak imbang jumlahnya. Pasukan Islam hanya 314 orang dan pasukan Mekah sebanyak 1300 orang. Rasulullah pun sempat merasa khawatir dengan hal tersebut, beliau yang masih belum menyaksikan loyalitas dari penduduk (pasukan) Madinah di tengah masa-masa sulit. Adapun pasukan dari Mekah beliau tahu karena telah bersama-sama mengalami masa-masa sulit, sehingga ketika itu Abu Bakar dan juga Umar yang meyakinkan kepada Rasulullah, Rasulullah pun belum merasa puas, Rasulullah hanya menunggu reaksi dari pasukan Madinah tersebut.

    Pada Akhirnya berbicaralah salah satu Anshar, al-Miqdad bin ‘Amr seraya berkata, “Wahai Rasulullah, majulah terus sesuai apa yang diperintahkan Allah kepada anda. Kami akan bersama Anda. Demi Allah, kami tidak akan mengatakan sebagaimana perkataan Bani Israil kepada Musa: ‘Pergi saja kamu, wahai Musa bersama Rab-mu (Allah) berperanglah kalian berdua, biar kami duduk menanti di sini saja.” Kemudian al-Miqdad menambahkan,“Tetapi pegilah Anda bersama Rab Anda (Allah), lalu berperanglah kalian berdua, dan kami akan ikut berperang bersama kalian berdua. Demi Dzat Yang mengutusmu dengan kebenaran, andai Anda pergi membawa kami ke dasar sumur yang gelap, kami pun siap bertempur bersama Anda hingga Anda bisa mencapai tempat itu.”

    Pada malam 17 Ramadhan 2H, Rasulullah menyibukkan dirinya dengan berdoa untuk pertempuran, keesokan harinya. Beliau mendoakan dan menyebut satu per satu nama-nama tokoh dari Quraisy, Abu Jahl dll agar dibinasakan dari pertempuran keesokan harinya. Benar saja, tidak ada satupun dari nama yang beliau sebutkan melainkan tewas di Badr.

    Keesokan harinya, berkecamuklah peperangan besar, lemparan tombak dan gemertak pedang yang beradu memenuhi medan Badar. Dengan jumlah yang sangat jauh minimnya, pasukan Islam sempat terdesak dan hampir mengalami kekalahan. Akhirnya, Allah SWT menurunkan sebuah bala bantuan dngan diturunkannya pasukan langit yaitu para malaikat. Tidak tanggung-tanggung, pemimpin para malaikut pun ikut membantu peperangan tersebut, yakni Malaikat Jibril. Rasulullah bersabda,“Bergembiralah wahai Abu Bakar, pertolongan Allah sudah datang. Ini Jibril sedang memegang tengkuk kuda guna memacunya, yang pada gigi serinya terdapat debu.”

    Allah pun memenangkan pembela-pembela agamanya dan menghinakan pasukan iblis tersebut. Tewaslah semua pembesar-pembesar Quraisy yang turut dalam peperangan sehingga meninggalkan duka yang sangat mendalam dan mental yang jatuh di kalangan orang-orang Mekah.

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks